sebelum menulis naskah seseorang terlebih dahulu harus memahami

Pembahasan Pada saat mendeklamasikan puisi, kita harus memahami isi dan pesan yang ingin disampaikan. Dengan memahami isi dan pesan yang akan disampaikan, emosi dan intonasi saat membaca puisi akan sesuai dan pesan yang akan disampaikan akan mudah diterima oleh pendengar. Jadi, jawaban yang tepat adalah B. sebelummembacakan naskah pidato hal yg harus terl MA. Michael A. 25 November 2021 03:09. sebelum membacakan naskah pidato hal yg harus terlebih dahulu kita lakukan adalah. 19. 1. Jawaban terverifikasi. WW. W. Wahyuni. Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Makassar. menghafalkannaskah pidato; memahami pokok-pokok isi pidato; menentukan topik pidato; Semua jawaban benar; Jawaban: C. memahami pokok-pokok isi pidato. Dilansir dari Ensiklopedia, sebelum membacakan naskah pidato atau berpidato, hal yang terlebih dahulu kita lakukan adalah memahami pokok-pokok isi pidato. Sebelummenulis naskah seseorang harus memahami terlebih dahulu karakteristik media. Question from @Marsya2151 - Sekolah Menengah Atas - Ti Marsya2151 @Marsya2151. June 2019 1 0 Report. Sebelum menulis naskah seseorang harus memahami terlebih dahulu karakteristik media . ainunsafitri181 Sebelum menulis naskah seseorang harus memperhatikan Sebelummenulis naskah seseorang harus memahami terlebih dahulu karakteristik media - 14183469 01.02.2018 TI Sekolah Menengah Atas terjawab Sebelum menulis naskah seseorang harus memahami terlebih dahulu karakteristik media Sebelum menulis naskah seseorang harus memperhatikan karakteristik temanya Iklan Iklan Pertanyaan baru di TI. Jika Site De Rencontre Chat En Ligne. Penulisan yang bagus seringkali dilihat sebagai sebuah seni, dan memang ini bisa menjadi sesuatu yang cukup mengintimidasi. Ada beberapa peraturan—dan bahkan ilmu—di balik penulisan yang baik dan benar. Otak kita bekerja dengan cara tertentu; jadi peraturan apa yang perlu kita ketahui untuk menulis dengan cara yang paling dimengerti oleh otak kita? Untuk mencari jawabannya kita perlu bertanya kepada Steven Pinker. Beliau merupakan ilmuwan otak dan seorang ahli Bahasa di Harvard. Beliau juga merupakan salah satu orang yang merancang American Heritage Dictionary. Baru-baru ini Steven dimasukkan ke dalam daftar 100 psikologis paling berpengaruh di era modern. Di artikel ini kamu akan mempelajari tentang Dua elemen penting yang akan meningkatkan kualitas penulisanmu. Kesalahan terbesar yang sering terjadi—dan cara untuk mengatasinya. Ilmu di balik penulisan yang baik. Cara yang paling mudah untuk meningkatkan pengetahuan struktur bahasamu. Dan masih banyak lagi. Mari kita mulai. 1 Imajinasikan kata-katamu dan anggaplah menulis sama dengan bercakap-cakap Sepertiga otak manusia didedikasikan untuk penglihatan. Jadi dengan berusaha untuk membuat pembaca kita “melihat” merupakan tujuan yang bagus dan memvisualisasikan kata-kata kita dapat memberi efek yang signifikan. Dan ada baiknya juga menggunakan Bahasa percakapan sehari-hari. Terlalu banyak orang yang berusaha untuk membuat orang lain terkesan dengan berusaha terdengar pintar. Namun hasil penelitian justru menunjukkan bahwa usaha ini terkadang justru membuatmu terlihat bodoh …mayoritas lulusan S1 mengakui bahwa mereka sering berusaha menggunakan kata-kata yang kompleks untuk membuat tulisan mereka terkesan lebih pintar. […]Hasil eksperimen 1-3 memanipulasi kerumitan dari teks yang dihasilkan dan menemukan adanya hubungan yang negatif antara kerumitan dan kepintaran yang tampak. Penelitian menunjukkan bahwa hal-hal yang mudah untuk diproses oleh otak kita akan terasa lebih nyata dibandingkan dengan konsep yang masih perlu diretas. Cobalah menyamakan dirimu dengan pembacamu. Kalau kamu berusaha untuk membuat mereka terkesan dengan kata-kata kosong, kamu justru akan membuat mereka merasa bodoh, dan tidak ada yang suka merasa bodoh. Bayangkan kamu memberitahu teman yang sama pintarnya denganmu sesuatu yang tidak mereka mengerti. Dua hal sederhana berikut—memvisualisasikan kata-katamu dan menggunakan kata-kata sehari-hari—dapat meningkatkan kualitas tulisanmu. Namun ini bukanlah penghambat no. 1. 2 Berhati-hatilah akan “Kutukan Pengetahuan” Alasan utama mengapa tulisanmu kurang jelas bukanlah salahmu. Otakmu sebenarnya tidaklah diprogram untuk menulis dengan baik, dan justru sebaliknya. Begitu kamu memahami sesuatu, kamu akan berasumsi bahwa orang lain pun paham akan hal ini. Ini merupakan sesuatu yang alamiah bagi semua orang. Dan ini justru menciptakan penulisan yang buruk. Pernahkah kamu mendengar orang berkata, “Coba jelaskan padaku seakan aku ini anak berumur 5 tahun”? Ini merupakan trik untuk mengatasi kutukan pengetahuan tersebut. Jadi apa cara terbaik untuk menghindari hambatan no. 1 dalam menulis? Lakukanlah apa yang telah sering dilakukan oleh banyak penulis Mintalah orang lain untuk membaca karyamu dan memberikan masukan dan memberitahumu apakah kata-katamu masuk akal bagi mereka. Dengan kata lain, carilah seseorang untuk menjadi editormu meskipun seseorang ini adalah temanmu Larry. Apa yang perlu kamu lakukan untuk memastikan pembacamu terus membaca karyamu dari awal sampai akhir? 3 Jangan Bertele-tele Yes, ini adalah pepatah lama dari dunia jurnalisme. Apa maksudnya? Sebutkanlah inti dari pesanmu dari awal, dan jangan berpanjang-lebar terlebih dahulu. Yang sebelumnya tidak kuketahui adalah bahwa ini bukanlah sekadar pepatah lama di dunia jurnalisme—namun ini juga didukung oleh hasil riset. Orang-orang perlu poin-poin referensi agar mereka dapat mengikuti dan memahami argumenmu—tanpanya, pembacamu akan kebingungan dan kehilangan jejak. Atau mungkin kamu merasa ini akan membuat tulisanmu terasa kurang misterius? Sekali lagi ya Berhentilah berlagak pintar dan berhenti bertele-tele. Misteri tidaklah berguna kalau pembacamu sama sekali tidak memahami pesan yang kamu sampaikan dan justru berhenti membaca setelah membaca paragraf pertama. Kapan kamu perlu menyampaikan topikmu kepada pembacamu? Sesegera mungkin. Tidak terlalu lama setelah kamu memulai kalimat pertamamu. Penempatan inti dari penulisanmu tidaklah lebih penting dari pada keharusan untuk menyampaikannya dari awal penulisanmu. Tentu saja ada para pelawak, pendongeng, penulis esay, dan penulis novel misteri yang dapat membangun sebuah suasana misterius kemudian menutupnya dengan penyelesaian kasus secara tiba-tiba. Namun para penulis lainnya perlu memiliki tujuan utama untuk menyampaikan informasi, dan bukan justru untuk membodohi, dan ini berarti mereka perlu memperjelas maksud ini kepada para pembacanya. Jadi kamu telah berusaha untuk menulis dengan gaya Bahasa yang alami dan memberitahu pembacamu mengenai inti dari pesanmu. Bagus! Apakah kamu terkesan pintar sekarang? Bisa saja, sesekali. 4 Kamu tidak Perlu Mengikuti Semua Peraturan yang Ada Namun Cobalah Kita semua tahu orang-orang yang sangat menaati peraturan struktur Bahasa, seperti misalnya mengikuti penggunaan “di mana” dan bukannya “dimana,” dan tidaklah terlalu senang saat penggunaan kata ini disalahgunakan. Namun orang-orang ini seringkali lupa bahwa saat kita berbicara mengenai gaya Bahasa, orang-orang gila lah yang menjalankan rumah sakit jiwa ini. Kamus bukanlah suatu set peraturan. Kamus selalu mengikuti perkembangan Bahasa yang ada, dan bukanlah suatu peraturan yang justru harus ditaati. Karenanya, saat kita membicarakan Bahasa yang baik dan benar, tidak ada seorang pun yang harus ditaati—rumah sakit jiwa saja dipenuhi oleh orang-orang gila. Para editor kamus selalu banyak-banyak membaca, dan selalu terbuka dalam menerima sebuah kata baru dan penggunaan yang digunakan oleh banyak penulis dalam banyak konteks yang berbeda-beda, dan para editor ini menambah dan mengubah definisi yang ada sesuai dengan perkembangan Bahasa. Haruskah kita mentaati peraturan sebisa mungkin? Apakah ini akan membuat kualitas penulisan kita di atas rata-rata? Tentu saja. Namun adanya kreativitas tidak pernah dilarang. Bahasa akan selalu, harus selalu, dan dapat berubah dan ini merupakan sesuatu yang sama sekali tidak buruk. Untuk menjadi penulis yang baik, kamu perlu memahami dengan baik peraturan yang ada sebelum kamu dapat melanggarnya. Karenanya kamu perlu mempelajari peraturan agar kamu bisa melanggarnya apabila perlu. Apa cara terbaik untuk mempelajari peraturan tersebut tanpa membuatnya menjadi sebuah beban seakan kita sedang mengulang kelas Bahasa lagi? 5 MEMBACA Banyak penulis-penulis ternama justru tidak pernah membaca buku yang mengajari mereka bagaimana cara menulis. Sama sekali. Lalu bagaimana cara mereka belajar menulis? Dengan membaca, membaca, dan membaca. Panduan menulis tentu saja merupakan sarana yang perlu dimanfaatkan, namun siapapun yang ingin meningkatkan kualitas membaca mereka perlu banyak banyak membaca. Bahkan hasil penelitian menunjukkan betapa kamu dapat mengenal seorang penulis dari sekadar membaca karya-karya mereka. Jadi kamu akhirnya membaca. Namun ada satu hal terakhir yang perlu kamu lakukan dengan apa yang telah kamu tulis, dan memang, hal ini merupakan suatu faktor penentu yang penting. 6 Untuk menulis dengan baik, kamu perlu merevisinya Menjadi penulis yang baik tidak berarti semua kata-kata yang indah akan langsung terbentuk. Ini justru berarti kamu menghabiskan waktu untuk mengasah kemampuanmu. Ide-ide dapat membanjiri kepalamu, namun melakukan hal yang sama kepada orang lain tidaklah sama caranya. Ini merupakan sesuatu yang perlu dilatih. Kamu perlu meluangkan waktu untuk merevisi tulisanmu sendiri. Faktor penentumu ada di editanmu. Apa kamu pikir yang telah menghancurkan semua Bahasa tulisan adalah SMS, email, dan media sosial? Salah. Christian Rudder menunjukkan sebuah penelitian yang menunjukkan bagaimana Twitter justru dapat meningkatkan kemampuan menulis orang-orang dengan membuat mereka terus merevisi kata-kata mereka untuk menjadi lebih ringkas dan padat. Twitter mungkin justru telah mengasah kemampuan menulis para penggunanya karena media sosial ini memaksa mereka untuk menyampaikan pesan dalam batasan kata yang ada—seperti yang dikatakan oleh William Strunks “Hilangkan kata-kata yang tidak diperlukan,” dengan tiap ketikan yang dilakukan… Namun jangan lupa untuk menikmati proses menulis yang ada ya. Oscar Wilde pernah berkata, “Seorang penulis adalah seseorang yang mengajari pemikirannya sendiri untuk melanggar peraturan.” Sumber Time Ada beberapa tahapan naskah yang harus diikuti hingga bisa naik cetak dan terbit. Tahapan tersebut harus dilalui agar buku yang beredar di masyarakat benar-benar berkualitas dan layak terbit. Sebagai penulis yang ingin menerbitkan buku sendiri, tentu penting untuk memahami tahapan tersebut. Tahapan Mencetak Naskah1. Menulis Naskah2. Menyunting Naskah3. Mencetak Naskah Tahapan Mencetak Naskah Sebelum membawa naskah yang akan diterbitkan ke jasa cetak terpercaya, maka Anda harus melalui beberapa tahapan terlebih dahulu. Berikut ini langkah-langkah yang harus diikuti untuk bisa mencetak dan menerbitkan buku hingga layak disebarluaskan ke publik, di antaranya 1. Menulis Naskah Agar bisa mencetak dan menerbitkan buku, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah menulis naskah. Anda bisa menulis sesuai kemampuan baik dalam bentuk karya novel, cerpen, puisi, antologi, dan lain sebagainya. Naskah cerita dan karya yang menarik tentu akan mudah diterima oleh khalayak dan calon pembaca. Sehingga berlatihlah setiap hari untuk menulis karya yang bagus dan berkualitas agar disukai oleh pembaca. Jika banyak yang suka, maka Anda bisa membuka PO untuk pemesanan buku. 2. Menyunting Naskah Setelah naskah selesai ditulis, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menyunting karya yang telah ditulis. Proses ini sangat diperlukan untuk memeriksa apakah ada kesalahan ketik atau typo, penggunaan PUEBI yang tidak tepat, gaya bahasa yang kacau, dan lain sebagainya. Proses penyuntingan naskah bisa dilakukan oleh diri sendiri atau meminta bantuan otsnh lain yang berprofesi sebagai editor. Tentu akan lebih obyektif jika meminta bantuan orang lain. 3. Mencetak Naskah Setelah naskah yang ditulis sudah dipastikan kualitasnya, maka Anda bisa membawanya ke jasa cetak buku terpercaya untuk mencetak dan menerbitkannya. Penulis juga bisa memilih jenis kertas dan ukuran apa yang diperlukan di tempat percetakan. Naskah yang sudah selesai dicetak bisa Anda jual ke publik dan khalayak atau para pembaca karya tersebut. Tahapan naskah agar bisa terbit dan dibaca oleh publik tersebut harus diikuti agar karya yang beredar luas benar-benar layak. Tulisan yang berkualitas tentu akan lebih mudah untuk menarik para pembaca. 1. Sinopsis Sinopsis merupakan alur cerita yang dijelaskan secara singkat. Dalam pembahasan ini sinopsis mengarah pada alur cerita film atau animasi yang dijelaskan dalam tulisan singkat sehingga penonton mampu memahami isi cerita yang disampaikan dalam film. Dalam fungsi lain, sinopsis juga dapat digunakan sebagai ringkasan cerita untuk mengarahkan penulis naskah. Sinopsis yang baik mampu menjelaskan cerita secara utuh. Dalam pembuatan sinopsis, keindahan gaya bahasa, penjelasan secara rinci kejadian dalam alur cerita disusun dengan menggunakan bahasa yang lugas sehingga tidak menimbulkan bias makna. Biasanya sinopsis hanya dibuat satu hingga dua halaman saja. 2. Naskah Naskah adalah suatu teks yang berisi gambaran yang akan terlihat di layar. Naskah dibuat agar seluruh pedukung dalam pembuatan video paham secara rinci dari presentasi yang akan disampaikan. Penulisan naskah dapat disederha-nakan sesuai keperluan,sepanjang dimengerti oleh pendukung yang akan memproduksi dalam pembuatan video. Sebelum menulis naskah, seseorang harus memahami terlebih dahulu karakteristik media audio visual. Karakteristik Media Audio Visual Media Audio Visual lebih mengutamakan visual dari pada suara, meskipun tidak bisa lepas dengan suara yang berperan melengkapi informasi atau pesan visual. Informasi yang disampaikan dapat berupa gambar/visual fakta, kejadian nyata, ataupun sebuah fiksi/gagasan kreatif. Melalui Media Televisi, program audio visual dalam setiap kali siar atau tayang dapat ditonton oleh berjuta – juta orang dalam waktu yang sama. Media Audio Visual dianggap sebagai media komunikasi dan informasi yang paling efektif dibanding dengan media komunikasi dan informasi yang lain. Program yang dikemas dalam format VCD atau DVD dapat ditonton berulang-ulang dan mudah digandakan. Dampak program audio visual cukup diedarkan atau disiarkan harus benar-benar tidak ada kesalahan informasi. Jika terjadi kesalahan dan terlanjur disebarkan atau disiarkan akan sulit untuk meralatnya. Memproduksi program audio visual memerlukan waktu yang relatif lama. Jenis Naskah 1. Non-cerita Berita/News, Dokumenter, Feature, Reality Program Semua program tersebut di atas, materinya bersumber dari fakta atau nyata 2. Cerita a. Cerita/Drama b. Hiburan Musik, Lawak, Kuis dll c. Iklan Layanan Masyarakat ILM Naskah/skenario dalam mata pelajaran Simulasi Digital bersumber dari IDÉ/GAGASAN/REKAAN, kecuali format DOKUDRAMA. Lihatlah contoh naskah berikut ini. Contoh Naskah 1 Hal yang harus diperhatikan pada naskah presentasi video produk benda jadi atau cara kerja. a. Alur presentasi, logis. Dimulai dari masalah bila perlu didramatisasi seperlunya, ditunjukkan solusi berupa gagasan yang akan dikemukakan. b. Menggunakan urutan sequence naratif, atau urutan deskriptif, atau urutan penjelasan explanatory. Sebaiknya lebih banyak menggunakan urutan deskriptif. c. Urutan terjaga kontinuitasnya. d. Narasi hanya mengantar dan menjelaskan hal-hal tertentu. Tidak mendominasi seluruh tayangan. Narasi menggunakan kata-kata lugas dan bukan mengomentari tampilan gambar. Narasi dipersiapkan melalui naskah narasi tersendiri. Penempatan kalimat kunci harus tepat, memiliki gaya bercerita yang kuat. e. Dapat menggunakan kesaksian orang terkenal, atau ilmuwan, atau praktisi, atau khalayak ramai. f. Pada tahap simpulan ditutup dengan narasi yang kuat, berpengaruh, menggunakan gambar yang jelas, back sound yang sesuai. g. Lebih mengutamakan tampilan produk benda jadi, atau cara kerja. h. Cara bekerja bagian produk pada bagian-bagian yang tidak tampak secara langsung melalui rekaman video, diungkapkan dengan sketsa atau animasi. i. Cara bekerja produk didemonstrasikan langsung. Bila perlu menggunakan directsound atau dengan istilah lain sound on tape. 3. Storyboard Storyboard adalah sketsa gambar berbentuk thumbnail yang disusun berurutan sesuai dengan rangkaian jalan cerita. Melalui storyboard seluruh pendukung produksi dapat melihat alur cerita dalam bentuk gambar. Dalam membuat storyboard, kita perlu menggunakan cara seolah-olah membidik objek sesuai dengan gagasan yang akan disampaikan dengan mempertimbang-kan angle camera atau pertimbangan sinematografis lainnya. Jika Anda akan menunjukkan sesuatu yang rinci, maka perlu bidikan closeup. Fungsi storyboard adalah sebagai ungkapan kreatif untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual. Pada storyboard dapat ditambahkan arah gerak, yang memandu gerakan berikutnya, serta informasi lain berupa huruf, warna,dan tata letak sehingga pesan dan gagasan dapat diterima. Untuk membuat storyboard yang bagus Anda perlu berlatih menggambarkan komposisi dari suatu adegan tertentu dalam bentuk gambar sketsa. Pembuat stroryboard memerlukan keterampilan menggambar dan mampu menampung berbagai ide arahan sutradara. Bentuk panel storyboard tidak ada yang baku namun pada umumnya berupa gambar thumbnail disusun secara horisontal atau vertikal yang dilengkapi dengan arahan visual berupa catatan, efek, durasi, nomor panel, nomor background, dan nomor adegan. Contoh storyboard dengan model panel horisontal Contoh storyboard dengan model panel vertikal Contoh gambar storyboard pada film animasi SC = Adegan Scene PN = Panel BG = Background JAKARTA - Dalam sebuah film, penulisan naskah cerita menjadi salah satu unsur yang sangat penting. Apalagi, naskah menjadi panduan dalam membangun alur cerita dan membentuk karakter mengasah kemampuan para sineas dalam menulis naskah berkualitas, Netflix, layanan hiburan streaming terkemuka di dunia, menyelenggarakan lokakarya virtual penulisan naskah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Jumat, 20 November 2020. Menampilkan Christopher Mack, Director, Creative Talent Investment & Development Netflix, sebagai pembicara, workshop ini dihadiri oleh lebih dari 400 lokal kreator dan berbagi praktik-praktik terbaik dalam storytelling agar penulis skenario dapat membuat dan mendokumentasikan ide film mereka dengan lebih efektif. Chris mengatakan seiring dengan pertumbuhan Netflix, pihaknya membutuhkan lebih banyak konten untuk jutaan penonton di seluruh dunia sehingga mereka membutuhkan lebih banyak penulis naskah. “Tugas saya adalah memastikan dapat memenuhi kebutuhan tersebut untuk mendukung strategi pertumbuhan konten kami, termasuk berinvestasi dalam program lokal yang mengajarkan keterampilan yang diperlukan untuk pembuatan dan produksi konten,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima Bisnis, Senin 23/11/2020.Christopher kemudian menekankan pentingnya membuat panduan cerita sepanjang 15 sampai 30 halaman sebelum mulai menulis naskah, yang mencakup enam bagian pertanyaan untuk membangun cerita, ikhtisar, latar belakang cerita, suasana, deskripsi karakter, dan garis besar cerita. “Hindari keinginan untuk langsung menulis naskah, lalu mulai memikirkan jalan ceritanya belakangan karena hanya akan membuat kita frustasi. Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang cerita Anda terlebih dahulu dan masukkan dalam panduan sebelum menulis naskah sehingga Anda dapat menikmati pengalaman menulis yang lebih baik,” kemudian berbagi bagaimana Aristoteles, yang dianggap sebagai pencetus tiga struktur cerita, percaya bahwa plot, karakter, dan pemikiran adalah tiga pilar terpenting dalam penceritaan. Menurutnya, banyak orang yang percaya bahwa plot lebih penting daripada karakter. Namun di Netflix, karakter lebih penting karena penonton akan membangun hubungan dengan karakter, tidak harus dengan ceritanya. “Pemikiran adalah tema, yaitu ide pokok yang ingin Anda sampaikan kepada penonton. Jika cerita adalah perjalanan Anda untuk mencapai akhir, temanya adalah peta Anda,” itu, Sutradara dan penulis skenario Gina S Noer mengatakan dirinya sangat senang sekali dan melihat bahwa workshop ini sangat bermanfaat bagi penulis naskah pemula maupun yang sudah berpengalaman. Untuk penulis yang sudah berpengalaman, workshop ini mengingatkan kembali akan pentingnya karakter yang menarik dari sebuah cerita, terlepas formatnya, film atau serial, maupun mediumnya, layar lebar atau streaming. “Saya jatuh cinta pada karakter utama serial “The Queen’s Gambit” di Netflix, yaitu seorang anak yatim piatu yang berusaha keluar dan survive dari hidupnya yang berantakan lewat catur. Bukan hanya mengalahkan orang lain, tetapi dia berhasil mengalahkan dirinya sendiri. Sampai sekarang, serial ini masih saya tonton ulang dan saya pelajari bagaimana cara kreator membuat cerita yang begitu bagus,” merupakan pemenang Piala Citra Penulis Skenario Adaptasi Terbaik Festival Film Indonesia 2012 untuk film “Habibie & Ainun”, serta pemenang Piala Citra Penulis Skenario Adaptasi Terbaik untuk film “Keluarga Cemara” dan Penulis Skenario Asli Terbaik untuk film “Dua Garis Biru” Festival Film Indonesia dan penulis naskah Lucky Kuswandi juga menyampaikan hal senada. Workshop ini sangat bermanfaat karena dapat menambah wawasan dan mengingatkan dirinya untuk tidak hanya berfokus pada plot, tapi pentingnya mengetahui tema sebuah cerita dan bagaimana tema tersebut dieksplorasi melalui karakter. “Unsur dasar storytelling dieksplorasi dengan sangat baik dalam workshop ini, mulai dari karakter dan keinginannya, kebutuhan, dan apa yang mereka pertaruhkan. Sesuatu yang perlu diingat terus oleh kreator lokal. Pada intinya, ini semua adalah tentang karakter,” sendiri mengaku belajar banyak hanya dengan menonton film dan serial di Netflix. Sebab, banyak Netflix Original memiliki cerita yang sangat menarik. Universal, tetapi secara khusus menggambarkan cerita yang bertumpu pada karakter kompleks dan berlapis-lapis yang membuat pilihan sulit. “Saya suka ambiguitas dari karakter di film dan serial Netflix, serta betapa menariknya plot yang kemudian terungkap. Menurut saya, Netflix memiliki keberanian untuk menemukan suara-suara baru dan tetapi menarik bagi penonton,” ujar merupakan pemenang Silver Screen Award untuk Film Pendek Asia Tenggara Terbaik dan Sutradara Terbaik Film Pendek Asia Tenggara untuk film “The Fox Exploits the Tiger's Might” di Festival Film Internasional Singapura 2015, dan pemenang Student Award untuk film “The Fox Exploits the Tiger's Might” di Jogja-NETPAC Asian Film Festival. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

sebelum menulis naskah seseorang terlebih dahulu harus memahami